Rabu, 14 Mei 2008

TEORI KOMUNIKASI MASSA

Pendahuluan

Marshall McLuhan pernah mengatakan kalau kita hidup dalam ‘desa global’. Maksud dari pernyataan ini dimana terdapatnya jutaan manusia di berbagai belahan dunia dapat berkomunikasi dengan media. Kehadiran media ini seolah-olah membuat batas-batas antar wilayah luluh . Baik itu negara negara maju ataupun negara dunia ketiga ,saat ini telah mengalami perkembangan komunikasi massa. Pusat studi dari komunikasi massa adalah media.
Revolusi informasi dan komunikasi melahirkan peradaban baru yang memudahkan kita berhubungan dengan orang lain, sehingga mobilitas sosial juga ikut meningkat. Pakar komunikasi Abdul Muis menyebutkan “…kemajuan teknologi komunikasi daqn informasi mengahadirkan aneka ragam saluran yang kian lama semakin canggih dan memungkinkan segala macam kejadian.
Perkembangan komunikasi massa memiliki konsep sendiri,maksudnya komunikasi adalah suatu proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan tersebut dicari ,digunakan dan dikonsumsi audience .
Dalam analisis media ada dua dimensi yaitu:
a)Media pada masyarakat luas dan institusi-institusinya
 Menggambarkan keterkaitan media dengan institusi seperti sosial,politik,ekonomi dan lainnya
 Teori yang menjelaskannya mengkaji posisi media dalam masyarakat,serta adanya saling mempengaruhi antara media dan berbagai struktur kemasyarakatan.
b)Media dan audience(individu ddan kelompok)
 Teori-teori yang menjelaskannya menekankan pada efek-efek individu dan kelompok sebagai hasil interaksi dengan media.


Teori-teori dasar komunikasi massa
Teori awal lahir didorong penelitian terhadap berbagai pengaruh politik terhadap surat kabar. Kemudian penelitian mengenai dampak sosial dan moral film,radio juga ditelitimdan berkembang sampai akhir perang dunia II.

Formula Lasswell
Ungkapan Lasswell yang terkenal adalah “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect” (Siapa Berkata Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa).
Walaupun ungkapan tersebut terlalu sangat sederhana atau terlalu menyederhanakan fenomena komunikasi massa tapi telah membantu bagi struktur kajian komunikasi massa . Lasswell sendiri juga menggunakan ungkapan diatas terhadap berbagai penelitian komunikasi.

Pendekatan Transmisional
Menjelaskan proses komunikasi dengan melihat komponen-koimponen dalam aktivitas yang terjadi antara satu komponen dengan komponen lain,terutama mengalirnya pesan atau informasi.
Teori ini pertama kali dikemukakan ahli pada akhir 40-an, Claude Shannon . Bekerja di boro penelitian Bell, dia berangkat dari sejumlah pertanyaan seperti saluran apa yang dapat mengangkut muatan sinyal secara maksimum? Berapa banyak muatan sinyal yang ditransmisikan akan rusak oleh gangguan yang mungkin muncul dalam perjalanan menuju penerima sinyal?
Pertanyaan itu dasarnya menyangkut teori informasi . Walau begitu Shannnon dan rekannya Warren Weaver mengembangkan dalam suatu model yang berguna sebagai analogi dalam berbagai ilmu sosial.

Mereka menggambarkan komunikasi sebagai proses linier dan searah . Prosesnya mengalir dari sumber dengan beberapa komponen menuju beberapa komunikaan. Contohnya pada siaran radio.
Kemudian Melvin Defleur mengaplikasikan ke teori komunikasi massa . Menurutnya dalam proses komunikasi ‘makna’ diubah jadi pesan kemudian oleh transmiter jadi informasi ,disampaikan melalui media massa. Lalu informasi tersebut diubah jadi pesan dan diubah lagi jadi makna. Jika ada kesamaan makna itulah komunikasi. Tapi jarang ada yang sempurna . Dengan toleransi tertentu komunikasi dapat terjadi meski ada beberapa perbedaan makna.

Pendekatan Psikologi Sosial
Ahli McLeod dan Chaffe (1973) mengemukakan teori ko-orientasi. Fokusnya adalah komunikasi antar kelompok dalam masyarakat secara interaktif dan dua arah . Sumber informasi ,komunikator dan penerima dalam keadaan dinamis.
Teori ini menjelaskan informasi atas peristiwa didapat masyarakat bersumber pada pengalaman pribadi,elite,media atau kombinasi . Relevansi teori ini pada situasi dinamis hu bbungan publik dan kekuatan politik (elite),sikap publik terhadap media dan hubungan elite dengan media. Perbedaan publik dan elite dalam mempersepsi peristiwa akan membawa upaya pencarian informasi melalui media masssa dan sumber lain. Hal ini dapat membawa pada upaya elite memanipulasi pesan persepsi publik secara langsung dengan mencampuri atau dengan mengendalikan masssa.
Ahli riley and riley mempunyai pandangan lain lagi. Menurut mereka komunikasi massa yang ada mengabaikan pengaruh lingkungan . Sehingga mereka menawarkan teori yang menganalisis komunikasi dengan menekankan aspek sosiologis dan menganggap komunikasi masssa adalah satu diantara berbagai sistem dalam masyarakat.
Menurut Riley and Riley dalam proses komunikasi terdapat peran primary gorup dan preference group. Primary group ditandai dengan hubungan yang intim anggotanya yaitu keluarga. Reference Group adalah kelompok dimana belajar sikap ,perilaku dan lainnya. Sering primary berfungsi sebagai reference . Komunikator terpengaruh dalam memilih dalam membentuk pesan .


Sumber:Teori komunikasi
S.Djuarsa Sendjaja,Ph.D.,Dkk
Jakarta;Universitas Terbuka,2005
Komunikasi Massa Sebuah Analisis Media Televisi
Drs.Wawan Kuswandi
Rineka Cipta,Jakarta,1996

2 komentar:

Taufiq mengatakan...

isisnya udah bagus.
aku juga anak komunikasi UII jogja.
kunjunggi blogku.
taufiqgendut.blogspot.com

CP 085651342662.
lam kenal.

Muhammad Yahya mengatakan...

Dalam analisis media ada dua dimensi yaitu:
a)Media pada masyarakat luas dan institusi-institusinya
 Menggambarkan keterkaitan media dengan institusi seperti sosial,politik,ekonomi dan lainnya

bagaimana keterkaitan media yg dimaksud seperti sosial, politik, ekonomi dazn lainnya dalam komunikasi massa?